Tuesday, April 21, 2009

Saringan Air Tradisional

Bila anda mengalami masalah karena air di rumah anda cuma sedikit keruh, tentu anda dapat mengatasinya dengan menggunakan metode penyimpanan air untuk mendapatkan air bersih. Tetapi jika mungkin karena rumah anda dulunya adalah sawah atau dekat dengan sungai/pabrik sehingga airnya pun ternyata lebih keruh, kotor, kuning, coklat, atau bahkan mungkin air dapat berwarna hitam dan memiliki bau tak sedap maka anda dapat menggunakan bahan kimia seperti "AGS" atau tawas, atau mungkin menggunakan bahan koagulan alami seperti bubuk dari biji daun kelor atau mungkin juga dengan menggunakan saringan.

Dari hasil pertimbangan saya sendiri, untuk jangka panjang penggunaan saringan air akan lebih baik daripada menggunakan bahan campuran kimia / alami. Tentunya yang menjadi pertimbangan adalah selama air sumber yang kita miliki belum tercemar oleh limbah kimia berbahaya, air yang keruh, kotor ataupun berbau masih dapat diatasi. Jika memiliki cukup uang, anda dapat mencoba menggunakan saringan bermerk seperti ditempat / depo pengisian air minum isi ulang. Jika tidak, mungkin membuat saringan air sederhana dapat menjadi salah satu alternatif yang patut dipertimbangkan.

Untuk pembuat saringan air sederhana anda dapat menggunakan cadas, tanah liat, bambu dan arang aktif, ataupun saringan ijuk+pasir+dst. Untuk saringan dari cadas dan tanah liat. Bagus sih sebab air yang dihasilkan dapat dikonsumsi, tapi dengan cara pembuatannya yang susah dan debit air hasil penyaringan yang kecil, saringan ini bukan pilihan utama bagi saya. Selanjutnya saringan bambu, walaupun bambu mudah didapat, tetapi butuh keahlian khusus untuk bekerja dengan bambu.

Skema saringan air sederhana

Pilihan terakhir adalah membuat saringan tradisional dengan menggunakan injuk+arang+pasir+kerikil+batu. Cara membuat saringan ini cukup mudah. Saringan dimulai dengan membuat lapisan pasir, ijuk, arang aktif, pasir dan batu. Hasilnya?? sangat TIDAK mengecewakan. air yang tadinya keruh, kuning atau bahkan hitam bercampur bau sekalipun akan menjadi jernih dan tanpa bau setelah melewati saringan ini.

Untuk media tempat saringan anda dapat menggunakan bahan dari tong, drum, ember, ataupun sambungan kaleng / sambungan botol plastik. Sedangkan ukuran lapisan saringan anda dapat sesuaikan dengan masalah yang anda hadapi. Semakin bau air sumber yang didapat, sebaiknya semakin tebal lapisan arang yang digunakan. sebab salah satu kegunaan arang dalam saringan air ini adalah untuk menghilangkan bau. Bila masalah yang anda hadapi cukup berat karena sumber air yang anda miliki sudah terlalu parah, anda dapat mencoba dengan menambahkan satu buah lapisan batu zeolit.

Pada mulanya air yang dihasilkan tidak terlalu jernih, tapi lama kelamaan ± 10 menit kemudian akan menjadi jernih. Sedangkan untuk debit air yang dihasilkan, hasilnya akan tergantung pula pada ukuran saringan dan keran/saluran tempat keluarnya air bersih.

Untuk perawatan saringan air sederhana tersebut, bersihkanlah saringan air tersebut secara rutin setiap 2-3 bulan sekali terutama bila debit air yang keluar semakin kecil atau bila kualitas air yang dihasilkan mulai berkurang (menjadi keruh). Cara membersihkannya pun cukup dengan mengeluarkan semua isi saringan (injuk, pasir, kerikil, dsb) lalu cuci bersih semuanya dan jemur hingga kering. Bila telah kering masukkan kembali bahan-bahan tersebut ke dalam saringan seperti semula. Untuk menjaga kualitas saringan air, gantilah injuk yang digunakan paling lama setiap 6 bulan sekali.

Untuk melihat berbagai jenis saringan sederhana lainnya dapat anda lihat di kumpulan teknik penyaringan air sederhana.

1 comment:

  1. ouh ya mba, pakai nya pasir bangunan apa pasir biasa ?

    ReplyDelete